Lambang Sejarah PersibSEJARAH PERSIB
Arsip Sejarah

Cerita di Setiap Era

Perjalanan Persib dari setiap era Liga Indonesia, sejak Perserikatan hingga Liga 1 / Super League.

Perserikatan (1931-1994)

Era amatir di mana klub-klub dikelola dan didanai pemerintah daerah, bertanding dalam Kompetisi Perserikatan PSSI yang berpuncak pada perebutan Piala Presiden. PERSIB meraih lima gelar sepanjang era ini: 1937, 1961, 1986, 1990, dan 1994.[7] Pada era perserikatan ini PERSIB mengandalkan 100% talenta lokal sehingga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sunda [1]

Juara Perserikatan untuk pertama kali (1937) 

(foto: arsipsepakbolaindonesia.com)
(foto: arsipsepakbolaindonesia.com)

Setelah tiga kali kalah di final (1933 vs VIJ Jakarta, 1934 vs VIJ Jakarta, 1936 vs Persis Solo), PERSIB akhirnya juara pada Kompetisi Perserikatan 1937 yang digelar dengan format 4 Besar di Solo.[2][3] PERSIB tampil tak terkalahkan (invincible): mengalahkan PSIM 1–0, PSIT Cirebon 2–1, dan menaklukkan juara bertahan Persis Solo 2–1 di laga penentu di Stadion Sriwedari pada 17 Mei 1937.[4][3] Kemenangan ini membalas kekalahan tahun sebelumnya. Buku PERSIB Undercover mengabadikan euforia penyambutan tim juara di Stasiun Bandung dengan teriakan "PERSIB Kampioen".[5]

Vakum era pendudukan Jepang (1940-an) 

Situasi politik mengganggu kompetisi. Perserikatan hanya sempat digelar 1941–1943. Pada masa pendudukan Jepang, seluruh perkumpulan sepak bola termasuk PSSI dibredel dan diganti organisasi bentukan Jepang (Rengo Tai Iku Kai).[6] Setelah kemerdekaan, PERSIB direformasi kembali di Bandung pada 1948 di tengah Revolusi Nasional. [7]

Kebangkitan 1950-an dan juara kedua (1961)

(foto: arsipsepakbolaindonesia.com)
(foto: arsipsepakbolaindonesia.com)

Pada 1950-an PERSIB mulai menyumbang pemain ke Timnas — Aang Witarsa dan Anas tampil di Asian Games 1950, lalu ke Olimpiade Melbourne 1956.[8] Puasa gelar 24 tahun berakhir saat PERSIB juara Kompetisi Perserikatan 1961 (memimpin klasemen putaran final 7 besar), mengalahkan PSM Ujungpandang, dan tahun itu tampil di Aga Khan Gold Cup. [7][8]

Degradasi 1970-an lalu regenerasi generasi emas (1978 - 1985)

(foto: kompas.com)
(foto: kompas.com)

Prestasi meredup pada 1970-an hingga PERSIB terdegradasi ke Divisi I musim 1978–79.[7] Klub merespons dengan mendatangkan pelatih Polandia Marek Janota untuk tim muda dan Risnandar Soendoro untuk tim senior, melahirkan generasi Robby Darwis, Adeng Hudaya, Adjat Sudrajat, dan Suryamin. PERSIB promosi kembali dan menjadi runner-up 1982–83 dan 1984–85 (dua-duanya kalah dari rival abadi PSMS Medan).[7][9]

Trilogi juara generasi emas (1986, 1990, dan 1994)

  • 1986: juara mengalahkan Perseman Manokwari 1–0 lewat gol Djadjang Nurdjaman di Stadion Senayan.[7]

  • 1990: juara mengalahkan Persebaya 2–0 di Stadion Utama Senayan.[7]

  • 1994 (musim 1993/94): juara di musim terakhir Perserikatan, menaklukkan PSM Makassar 2–0 di Senayan (17 April 1994), setelah menyingkirkan Persija lewat adu penalti 5–4 di semifinal. Sebagai juara terakhir era ini, PERSIB berhak menyimpan Piala Presiden secara permanen sebelum Perserikatan dilebur dengan Galatama.[7]

 


Daftar Sumber

[1] bandungbergerak.id - Perjalanan Juara  PERSIB dari Zaman Perserikatan hingga Liga Indonesia

[2] ayobandung.com - Kisah Perdana PERSIB Juara Liga Perserikatan PSSI Tahun 1937

[3] detik.com - HistoriSib: Perjalanan PERSIB Juara 1937, Tanpa Kalah Sekalipun

[4] tempo.co - Jejak Juara PERSIB Bandung di Berbagai Era

[5][ turunminum.id - Sejarah PERSIB Juara Perserikatan Pertama Tahun 1937    

[6] Ensiklopedia "Maung Bandung" (PERSIB peringkat 3 pada 1939; vakum era Jepang) 

[7] wikipedia.org - "PERSIB Bandung" (kronologi era, gelar, statistik musim) 

[8] eduhistoria.com - Sejarah Singkat PERSIB Bandung, Ini Prestasi Terbaik 

[9] idezia.comPERSIB Bandung: Profil, Sejarah, Statistik" (generasi 1980-an, runner-up) 

[10] Denden Kurniawan - "Sejarah PERSIB 1933" (gol Sutiono Lamso; perjalanan final)

[11] bandung.go.id - Sejarah PERSIB Bandung 

[12] tempo.co - "Kisah Berdirinya PERSIB Bandung 90 Tahun Silam"

[13] bola.net - "PERSIB Pindah Kandang ke Stadion Si Jalak Harupat" 

[14] Ensiklopedia "Djadjang Nurdjaman" (juara sebagai pemain 1986/1990/1994; pelatih) 

[15] wikipedia.org"Piala Presiden 2015" (sanksi FIFA, final vs Sriwijaya 2–0)

[16] tempo.co - Kalahkan Sriwijaya 2-0, PERSIB Juara Piala Presiden 2015 

[17] detik.com - Kembali Bungkam Madura United, PERSIB Juara Liga 1 2023/2024!

[18] kompas.comPERSIB Juara Liga 1 2025: Cetak Sejarah Back to Back